Terdapat tiga strategi guna terciptanya budaya literasi sekolah yang positif, yakni:

  1. Mengondisikan lingkungan fisik yang ramah literasi;
  2. Mengupayakan lingkungan sosial sebagai model interaksi dan komunikasi yang literat;
  3. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan belajar yang literat.

Untuk mewujudkan lingkungan fisik yang ramah literasi, perlu diciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik untuk kegiatan berliterasi, misalnya dengan menata ruang perpustakaan yang menarik, representatif, dan nyaman dengan melengkapinya dengan sarana yang memadai. Untuk mewujudkan lingkungan sosial sebagai model komunikasi dan interaksi yang literat, perlu diciptakan suatu jalinan komunikasi yang harmonis di antara semua warga sekolah. Sementara itu, untuk mewujudkan sekolah sebagai lingkungan belajar yang literat, perlu disediakan berbagai bacaan yang bermanfaat dan menarik minat warga sekolah untuk membacanya.

Berkaca dari tiga strategi tersebut, budaya literasi di sekolah sudah saatnya dan sewajarnya menjadi program prioritas. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan di sekolah harus memiliki kesepakatan untuk memasukkan program literasi dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa pedoman dalam melaksanakan strategi tersebut. Ketiga pedoman yang dimaksud adalah rasa ingin tahu, dimotori guru, dan banyak kompetisi literasi. Hal- hal tersebut dipaparkan secara singkat berikut ini.

Rasa ingin tahu. Gerakan ini mampu mewadahi keingintahuan peserta didik terhadap segala hal yang ada di sekitar mereka. Gerakan ini mampu memotivasi peserta didik untuk memiliki kebiasaan membaca sehingga akan menambah wawasan peserta didik tentang berbagai hal. Selanjutnya, setelah kebiasaan membaca itu terbentuk, akan dihasilkan pula tulisan-tulisan kreatif karya peserta didik, baik secara individu maupun kelompok.

Dimotori guru. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Daerah, dan Bahasa Asing harus menjadi penggerak pelaksanaan literasi sekolah. Mereka adalah guru-guru yang memiliki pemahaman baik tentang penerapan literasi. Di bawah pembinaan dan pengawasan langsung dari guru-guru tersebut, gerakan ini akan dapat mencapai target yang telah ditentukan.

Berdasarkan ketiga pedoman tersebut, dalam strategi pelaksanaannya, ada tiga tahap kegiatan yang akan dilakukan, yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ketiga tahap tersebut dipaparkan secara singkat pada bagian berikut ini.

A.      Tahap Perencanaan

Pada tahap ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 4 Batanghari.

  1. Pembentukan Tim Literasi Sekolah

Kepala sekolah, berdasarkan masukan dari para staf, menyusun Tim Pengembangan Budaya Literasi Sekolah. Untuk itu, perlu dibuat Surat Keputusan dan Surat Tugas yang berkaitan dengan kegiatan tersebut

  1. Pelaksanaan Koordinasi

Tim Pengembangan Budaya Literasi mengadakan koordinasi awal untuk menyusun draf perencanaan program budaya literasi. Hasil perencanaan program tersebut kemudian didiskusikan untuk proses pematangan program.

  1. Melakukan sosialisasi tentang gerakan literasi sekolah, dilakukan dalam rapat dinas yang diadakan oleh Kepala Sekolah disampaikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan serta komite sekolah melalui upacara hari senin atau melalui website SMA Negeri 4 Batanghari
  2. Melaksanakan sosialisasi gerakan literasi sekolah kepada orang tua dalam rapat dengan orang tua siswa dan menyampaikan surat edaran tentang program GLS kepada orang tua
  3. Membuat Mading
  4. Membuat pojok- pojok baca
  5. Menciptakan suasana yang nyaman untuk membaca
  6. Mengumpulkan hasil tulisan dan karya yang dibuat peseta didik

B.       Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan, yakni sebagai berikut.

  1. Tahapan pembiasaan:
  • 15 menit sebelum pelajaran dimulai siswa dapat membaca buku yang bukan buku pelajaran
  • Pembuatan jurnal hasil bacaan siswa
  • Wajib Kunjung Perpustakaan

Kegiatan ini diimplementasikan dengan cara menyusun jadwal kunjungan ke perpustakaan sehingga setiap kelas memiliki kesempatan yang sama mengunjungi perpustakaan. Bukan hanya sekadar berkunjung, melainkan mewajibkan peserta didik meminjam buku, menyusun ringkasan atas buku yang telah dibacanya, kemudian peserta didik mengembalikan buku tersebut dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

  • Mengisi mading secara bergantian / bergiliran
  • Membuat Pohon Literasi dan dinding motivasi
  1. Tahapan pengembangan:
  • Membaca 15 menit sebelum belajar dari berbagai sumber
  • Pembelajaran berbasis literasi
  • Memajang hasil karya siswa di setiap tempat yang strategis contoh koridor, madding secara bergantian.
  • Mengadakan lomba karya literasi seperti menulis puisi, cerpen, pojok baca kelas, lomba poster
  1. Tahap pembelajaran:
  • Merayakan hari besar dengan membacakan literasi tentang hari tersebut
  • Melaksanakan diskusi tentang sebuah bacaan
  • Bedah buku
  • Membuat daftar buku yang sudah dibaca
  • Presentasi dari buku yang sudah dibuat resume
  • Memberikan penghargaan bagi yang menulis dengan hasil tulisan yang berkualitas
  • Mendatangkan instruktur yang menguasai gerakan literasi
  • Mendokumentasikan hasil karya siswa menjadi sebuah buku bacaan melalui seleksi kualitas isi tulisan.

C.      Tahap Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan dalam forum diskusi dewan guru berdasarkan catatan, dokumentasi, dan kendala-kendala yang dihadapi selama program berlangsung. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan untuk menentukan rencana tindak lanjut. Oleh sebab itu, kegiatan pada tahap evaluasi ini meliputi dua hal berikut.

  1. Penilaian Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah
  • Membuat angket evaluasi pelaksanaan GLS dengan berbagai indikator
  • Mengembangkan pelaksanaan GLS
  • Melakukan pemantauan secara kontinu pelaksanaan GLS dan menuliskan temuan-temuan dalam pelaksanaannya.
  1. Monitoring dan Koordinasi Rutin

Kepala sekolah bersama tim inti melakukan monitoring dan berkoordinasi secara rutin dalam mengevaluasi pelaksanaan program budaya literasi sekolah

"Unggul dalam prestasi dan teladan dalam prilaku"

Lebih dari 1500 Alumni
Telah menjadi bagian dari kami

5-stars-white

Rated 5/5 dari 1500 alumni

Related Posts